Cum laude?

Kali ini saya mau berbagi pengalaman menghadiri sidang seorang kandidat PhD.  Sidangnya berjalan sangat baik, bahkan lebih baik dari yang pernah saya hadiri sebelumnya.   Si kandidat, teman saya sesama PhD di Donders Institute, telah berhasil menyelesaikan 2 artikel studi behavioral, 2 artikel studi fMRI, dan 2 artikel tinjauan teoretik mengenai teorisasi/modeling dan studi empirik pemrosesan konseptual dan perseptual dalam upaya individu memahami perilaku orang lain.   Semua studi dipresentasikan dengan luwes dan cerdas dan dipublikasikan dalam jurnal dengan impact factor tinggi.  Pada saat sesi tanya-jawab, semua pertanyaan dijawab dengan penjelasan yang sarat dengan wawasan baru baik secara filosofis maupun empirik eksperimental.  Para penguji yang berasal dari Oxford University, University College London (Britania Raya) dan University of Trento (Italia) pun memuji-muji kualitas analisis dan teori sang kandidat PhD ini.

Terkagum-kagum, saya pun bertanya-tanya: Akankah dia jadi cum laude?  Saya yang penasaran lalu bertanya pada seorang teman yang ikut hadir bersama saya di sidang itu.  Menurut teman saya, predikat cum laude menurut standard Donders Institute for Brain, Cognition and Behaviour – bukan standard Radboud University Nijmegen – hanya dianugerahkan pada seorang PhD, apabila ia berhasil mempublikasikan banyak artikel (bukan presentasi dalam konferensi) dalam jurnal dengan impact factor tinggi.  Okay, saya mengangguk-angguk.  Tapi berapa banyak artikel yang harus dihasilkan?  Enam?  Delapan?  Teman saya menggeleng-gelengkan kepalanya.  Ternyata untuk mendapatkan predikat cum laude dari Donders Institute, seorang PhD harus menghasilkan minimum 12 artikel jurnal.  Mendengar ini, saya hanya bisa melongo sementara teman saya menjelaskan lebih lanjut bahwa ternyata sudah pernah ada anak PhD di Donders Institute yang berhasil mencapai predikat cum laude dengan jumlah artikel sekitar 25 buah!   *Hening di alam mental saya*  Sekitar sedetik kemudian saya kembali ke alam sadar dan hanya bisa tersenyum kecut.  Pantas saja, hampir tidak ada PhD Donders Institute yang lulus dengan predikat cum laude.  :-P 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s